KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga laporan praktikum Pengelasan Tingkat lanjut ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Atas selesainya penulisan Laporan ini penulis tak lupa turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Bapak Abdul Qolik selaku dosen pembina Praktikum praktikum Pengelasan Tingkat lanjut
2. Teman-teman S1 Pendidikan Teknik Mesin off M7 yang telah memberi banyak masukan dan bantuan.
3. Serta semua pihak yang telah memberi bantuan serta dukungan dalam penyusunan Laporan ini.
Demi kesempurnaan penulisan laporan ini, penulis mengharapkan saran yang bersifat membangun. Harapan penulis tentu saja laporan ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pengembangan dalam praktikum Pengelasan Tingkat lanjut Penyusun mengharapkan kritik dan saran dari semua pembaca agar dalam penyusunan laporan selanjutnya bisa lebih baik lagi. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Malang, Oktober 2011
Penyusun
LAPORAN
Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Praktikum Mengelas
yang dibina oleh
Bapak Drs.Abdul Qolik,M.M., M.Pd.
Disusun Oleh:
KRISTOFORUS NGUTRA
(609511414326)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
Oktober, 2011
PEMBAHASAN
Pengertian Pengelesan :
Pengelasan Busur atau Las Listrik
Mengelas Busur adalah menyambung dua buah benda kerja dengan jalan menggunakan nyala busur listrik yang diarahkan ke permukaan logam yang akan disambung.
Mengelas secara umum adalah suatu cara menyambung logam dengan menggunakan panas, tenaga panas pada proses pengelasan diperlukan untuk memanaskan bahan lasan sampai caur/leleh sehingga bahan las tersambung dengan atau tanpa kawat las sebagai bahan pengisi.Pengelasan busur listrik adalah cara pengelasan menggunakan busur listrik atau percikan bunga api listrik akibat hubungan singkat antara dua kutub listrik yang teionisasi dengan udara melalui penghantar batang elektroda yang sekaligus dapat digunakan pula sebagai bahan tambah atau bahan pengisi dalam pengelasan. Seperti yang terlihat dalam gambar di bawah ini

Gambar 1.1 Las busur listrik
Pengelasan Dengan Gas Oksi Asetilen
Pengelasan dengan gas adalah proses pengelasan dimana digunakan campuran gas sebagai sumber panas. Nyala gas yang banyak digunakan adalah gas alam, asetilen dan hidrogen yang dicampur dengan oksigen.
a. Nyala Oksiasetilen
Dalam proses ini digunakan campuran gas oksigen dengan gas asetilen. Suhu nyalanya bisa mencapai 3500 oC. Pengelasan bisa dilakukan dengan atau tanpa logam pengisi. Oksigen berasal dari proses hidrolisa atau pencairan udara. Oksigen disimpan dalam silinder baja pada tekanan 14 MPa. Gas asetilen (C2H2) dihasilkan oleh reaksi kalsium karbida dengan air dengan reaksi sebagai berikut :
C2H2 + 2 H2O Ca(OH)2 + C2H2
Kalsium air Kapur tohor gas
karbida asetilen
Bentuk tabung oksigen dan asetilen diperlihatkan pada gambar 3.

Gambar 3. Tabung asetilen dan oksigen untuk pengelasan oksiasetilen.
Didalam pengelasan Oksi Asetilen terdapat tiga nyala api yaitu :
1. Nyala asetilen lebih (nyala karburasi)
2. Nyala netral
3. Nyala oksigen lebih (nyala oksidasi)
a. Nyala asetilen lebih (nyala karburasi)

Bila terlalu banyak perbandingan gas asetilen yang digunakan maka di antara kerucut dalam dan kerucut luar akan timbul kerucut nyala baru berwarna biru. Di antara kerucut yang menyala dan selubung luar akan terdapat kerucut antara yang berwarna keputih-putihan, yang panjangnya ditentukan oleh jumlah kelebihan asetilen. Hal ini akan menyebabkan terjadinya karburisasi pada logam cair. Nyala ini banyak digunakan dalam pengelasan logam monel, nikel, berbagai jenis baja dan bermacam-macam bahan pengerasan permukaan non-ferous.
b. Nyala netral

Nyala ini terjadi bila perbandingan antara oksigen dan asetilen sekitar satu. Nyala terdiri atas kerucut dalam yang berwarna putih bersinar dan kerucut luar yang berwarna biru bening. Oksigen yang diperlukan nyala ini berasal dari udara. Suhu maksimum setinggi 3300 sampai 3500 oC tercapai pada ujung nyala kerucut.
c. Nyala oksigen lebih (nyala oksidasi)
Bila gas oksigen lebih daripada yang dibutuhkan untuk menghasilkan nyala netral maka nyala api menjadi pendek dan warna kerucut dalam berubah menjadi ungu. Nyala ini akan menyebabkan terjadinya proses oksidasi atau dekarburisasi pada logam cair. Nyala yang bersifat oksidasi ini harus digunakan dalam pengelasan fusion dari kuningan dan perunggu namun tidak dianjurkan untuk pengelasan lainnya.
Karena sifatnya yang dapat merubah komposisi logam cair maka nyala asetilen berlebih dan nyala oksigen berlebih tidak dapat digunakan untuk mengelas baja.Suhu Pada ujung kerucut dalam kira-kira 3000° C dan di tengah kerucut luar kira-kira 2500° C.
Alat – alat utama yang digunakan dalam mengelas Busur dan Las Gas Oksi Asetilen adalah :
1. mesin las ac dan dc atau gabungan antara mesin las ac dan dc.
2. Clem penjepit Electroda
3. Clem Massa
Ala – alat Bantu dalam mengelas Busur dan Las Gas Oksi Asetilen adalah :
1. Sarung tangan Las
2. Baju apron
3. Sepatu las
4. Palu terak
5. Sikat baja atau sikat kawat
6. Ragum
7. Tang atau penjepit panas
8. Kaca mata las
Alat dan Bahan
1. Satu unit peralatan gas oksi-asetilen, terdiri dari:
1. Satu unit peralatan gas oksi-asetilen, terdiri dari:
- tabung gas oksigen dan regulatornya
- tabung gas asetilen dan regulatornya
- selang
- brander (torch)
2. Bahan pengisi (kawat)
3. Alat pengaman (sarung tangan, kaca mata las)
4. Korek api dan oncor
5. stopwatch
6. Sikat baja
7. Alat-alat kerja bangku bila diperlukan.
3. Alat pengaman (sarung tangan, kaca mata las)
4. Korek api dan oncor
5. stopwatch
6. Sikat baja
7. Alat-alat kerja bangku bila diperlukan.
Fungsi _ fungsi dari alat bantu las adalah :
1. Sarung tangan las untuk melindungi tangan terhadap listrik dan panas tersebut maka operator las diwajibkan untuk menggunakan sarung tangan las.sarung tangan las hendaknya terbuat dari benda yang bersifat isolator dan fleksibel atau lemas sehingga tidak mengganggu sewaktu memegang bendakerja las.
2. Baju apron untuk melindungi badan bagian dada terhadap sinar yang tidak terlihat dan pengaru panas atau sinar tajam lainnya.
3. Sepatu las untuk melindungi bagian bawah kaki dari percikan bunga api las.
4. Palu terak untuk mengeluarkan terak las dari hasil pengelasan.
5. Sikat baja atau sikat kawat untuk membersihkan hasil terak las setelah dipukul dengan menggunakan palu terak
6. Ragum untuk menjepit benda kerja yang akan dikerjakan oleh operator las.
7. Tang atau penjepit panas untuk menjepit benda kerja yang dalam keadaan masih panas setelah selesai pengelasan.
8. Kaca mat alas untuk melindungi mata dari sinar ultrafiolet dan inflamerah.
9. Klem massa
Untuk menghubungkan kabel massa ke benda kerja / benda kerja digunakan penjepit ( klem ) massa. Bahan untuk klem massa sebaiknya sama dengan bahan penjepit elektroda ( holder ). Klem massa harus dijepitkan pada benda kerja / meja kerja pada tempat yang bersih dan jepitanya kuat.
Untuk menghubungkan kabel massa ke benda kerja / benda kerja digunakan penjepit ( klem ) massa. Bahan untuk klem massa sebaiknya sama dengan bahan penjepit elektroda ( holder ). Klem massa harus dijepitkan pada benda kerja / meja kerja pada tempat yang bersih dan jepitanya kuat.
10. Tang las ( holder )
Holder berfungsi untuk menjepit elektroda. Holder terbuat dari bahan kuningan / tembaga dan dibungkus dengan bahan isolator yang tahan terhadap panas dan arus listrik seperti ebonit. Mulut penjepitnya harus selalu bersih dan jepitanya kuat agar hambatan arus yang terjadi sekecil mungkin.
Holder berfungsi untuk menjepit elektroda. Holder terbuat dari bahan kuningan / tembaga dan dibungkus dengan bahan isolator yang tahan terhadap panas dan arus listrik seperti ebonit. Mulut penjepitnya harus selalu bersih dan jepitanya kuat agar hambatan arus yang terjadi sekecil mungkin.
A. Waktu Pelaksanaan Praktikum
Pelaksanaan proses Praktikum Pengelasan ini adalah sebagai berikut.
Hari : Senin-Jum’at
Tanggal : 19 september – 7 oktober
Waktu : Minggu ke-05 – 06,07
Jam 1-6/Pkl 07.00-12.20 WIB
Tempat : Gedung G2 lantai 1, bengkel Teknik Mesin Fakultas
Teknik Universitas Negeri Malang
B. Keselamatan Kerja
Saat bekerja dengan menggunakan las Asetelyne operator harus memahami prosedur keselamatan kerja, karena sangat berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran atau ledakan. Prosedur keselamatan kerja sewaktu menggunakan las asetelyne menekankan pada tindakan pengamanan terhadap peralatan utamanya. Adapun uraian pelaksanaan keselamatan kerja pada las asetelyne adalah sebagai berikut.
1. Tidak melakukan pekerjaan dengan bergurau.
2. Ikuti petunjuk dari instruktur atau dosen pembimbing dan petunjuk yang tertera dari lembar kerja.
3. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsi dan prosedur yang benar.
4. Minta ijin dari instruktur atau dosen bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja.
5. Memakai perlengkapan praktik, meliputi pakaian praktik, apron (pelindung dada), sepatu, sarung tangan dan lain-lain.
6. Membuka tabung gas dan asetelyne dengan memperhatikan SOP yang sesuai.
7. Mengatur tekanan kerja yang digunakan untuk pengelasan sesuai dengan standar.
8. Menerapkan prosedur proses penyalaan brander las asetelyne dengan tepat.
C. Persiapan Alat dan Bahan Las Asetilen
Dalam pengelasan karbit atau asetelyne memerlukan beberapa peralatan yang harus disiapkan agar proses pengelasan dapat berjalan dengan lancar dan hasil yang sempurna, peralatan tersebut yaitu sebagai berikut.
- Regulator
Berfungsi untuk mengatur aliran dari masing-masing gas.
- Gas asetelyne
Agar aman dipakai gas asetelyne dalam tabung tekanannya tidak boleh melebihi 100 kPa dandisimpan tercampur dengan aseton. Tabung asetelyne diisi dengan bahan pengisi berpori yang jenuh dengan aseton, kemudian diisi dengan gas asetelyne. Tabung asetelyne mampu menahan tekanan sampai 1,7 MPa.
- Gas oksigen
Berisi gas oksigen yang berfungsi dalam proses pembakaran.
- Katup pengaman
- Kaca mata las
- Tang penjepit
- Apron atau pelindung dada
- Sarung tangan
- Sumber api
- Palu besi
- Pembersih brander
- Kunci tabung
- Sikat baja
- Pendingin
Cara Pelaksanaan menggunakan Las Gas Oksi Asetilen
a. Menyiapkan semua peralatan yang akan dipergunakan.
b. Memeriksa brander harus dalam keadaan tertutup.
c. Membuka tabung gas oksigen dan asetilen dengan cara mengendorkan baut penutupnya dengan kunci pembuka.
d. Memeriksa isi tabung gas dengan melihat manometer penunjuk tekanan yang terpasang pada regulator.
e. Mengatur tekanan kerja dengan memutar handel pada regulatornya (putaran ke kanan untuk memperbesar tekanan gas).
f. Membuka sedikit gas asetilen pada brander dan menyalakannya dengan api.
g. Membuka dan sekaligus mengatur besar kecilnya gas oksigen pada brander sampai diperoleh nyala netral.
h. Mulai melakukan pengelasan dengan mengarahkan nyala api brander pada logam induknya.
i. Bila logam induk sudah mulai mencair, kemudian mengarahkan logam pengisi pada bagian logam induk yang mencair dan mengayunkan brander sampai terbentuk rigi-rigi las yang diinginkan.
j. Mengulangi nomor h sampai nomor i sampai didapat rigi-rigi las yang baik.
k. Latihan menyambung bermacam-macam bentuk benda kerja.
l. Melaksanakan praktikum dengan serius dan berhati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
m. Setelah praktikum selesai, membersihkan tempat dan peralatan praktikum serta mengembalikannya pada tempat semula.
a. Menyiapkan semua peralatan yang akan dipergunakan.
b. Memeriksa brander harus dalam keadaan tertutup.
c. Membuka tabung gas oksigen dan asetilen dengan cara mengendorkan baut penutupnya dengan kunci pembuka.
d. Memeriksa isi tabung gas dengan melihat manometer penunjuk tekanan yang terpasang pada regulator.
e. Mengatur tekanan kerja dengan memutar handel pada regulatornya (putaran ke kanan untuk memperbesar tekanan gas).
f. Membuka sedikit gas asetilen pada brander dan menyalakannya dengan api.
g. Membuka dan sekaligus mengatur besar kecilnya gas oksigen pada brander sampai diperoleh nyala netral.
h. Mulai melakukan pengelasan dengan mengarahkan nyala api brander pada logam induknya.
i. Bila logam induk sudah mulai mencair, kemudian mengarahkan logam pengisi pada bagian logam induk yang mencair dan mengayunkan brander sampai terbentuk rigi-rigi las yang diinginkan.
j. Mengulangi nomor h sampai nomor i sampai didapat rigi-rigi las yang baik.
k. Latihan menyambung bermacam-macam bentuk benda kerja.
l. Melaksanakan praktikum dengan serius dan berhati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
m. Setelah praktikum selesai, membersihkan tempat dan peralatan praktikum serta mengembalikannya pada tempat semula.
D.Persiapan alat – alat dan bahan las Busur atau Las listrik
Alat – alat utama yang digunakan dalam mengelas adalah :
1. mesin las ac dan dc atau gabungan antara mesin las ac dan dc.
2. Clem penjepit Electroda
3. Clem Massa
4. Batangan Electroda
Ala – alat Bantu dalam mengelas Busur adalah :
1. Sarung tangan Las
2. Baju apron
3. Sepatu las
4. Palu terak
5. Sikat baja atau sikat kawat
6. Ragum
7. Tang atau penjepit panas
8. Kaca mata las atau Helm Las
Mengerjakan Macam – macam benda kerja
A.Mengelas Jalur
Gambar benda kerja

Cara mengelas jalur yang dimana benda kerja diletakan dibawah tangan operator las dan proses pengelasan yang berlangsung dengan gerak arah elektroda dari kiri ke kanan dan bisa juga arah kanan ke kiri.
B.Membuat kampuh V
Gambar benda kerja

Cara mengelas dengan menggunakan ,kampuh V yang dimana benda kerja diletakan dibawah tangan operator las dan proses pengelasan yang berlangsung dengan gerak arah elektroda dari kiri ke kanan dan bisa juga arah kanan ke kiri.
D.Mengelas jalur Lebar.
Gambar benda kerja

Cara mengelas Jalur lebar yang dimana benda kerja diletakan dibawah tangan operator las dan proses pengelasan yang berlangsung dengan gerakan elektroda berbentuk zig zag dan proses pengelasan berjalan dari kiri ke kanan dan bisa juga arah kanan ke kiri.
E.Menyambung dua buah Pipa
Gambar benda kerja

Cara mengelas menyambung dua buah pipa yang dimana benda kerja diletakan dibawah tangan operator las dan proses pengelasan yang berlangsung dengan gerakan elektroda berbentuk lingkaran sesuai diameter benda kerja dan proses pengelasan berjalan dari kiri ke kanan dan bisa juga arah kanan ke kiri.
H.Menyambung dua buah benda dengan menggunakan kampuh I
Gambar benda kerja

Cara mengelas Menyambung dua buah benda dengan menggunakan kampuh I
yang dimana benda kerja diletakan dibawah tangan operator las dan proses pengelasan yang berlangsung dengan gerakan elektroda dari kiri ke kanan dan bisa juga arah kanan ke kiri.
J.Mengelas Tegak
Gambar benda kerja

Cara mengelas Tegak
yang dimana benda kerja diletakan berdiri tegak didepan operator las dan proses pengelasan yang berlangsung dengan gerakan elektroda dari arah bawah ke atas.
K. Menyambung dua buah benda dengan menggunakan kampuh T
Gambar benda kerja

Cara mengelas Menyambung dua buah benda dengan menggunakan kampuh T
yang dimana benda kerja diletakan dibawah tangan operator las dan proses pengelasan yang berlangsung dengan gerakan Brander Las mulai dari kiri ke kanan dan bisa juga arah kanan ke kiri.proses mengelas menggunakan las Asetilen dan nyalah api yang digunakan untuk mengelas kampuh T adalah nyala api Netral,nyala api netral tersebut didapat oleh percampuran antara gas asetilen dengan oksigen(co2) harus setara atau sebanding.
L.Menyambung pipa diatas permukaan benda kerja yang rata
Gambar Benda kerja

Cara mengelas Menyambung pipa diatas permukaan benda kerja yang rata
yang dimana benda kerja diletakan dibawah tangan operator las dan proses pengelasan yang berlangsung dengan gerakan Brander Las mulai dari kiri ke kanan dan bisa juga arah kanan ke kiri.proses mengelas menggunakan las Asetilen dan nyalah api yang digunakan untuk mengelas pipa diatas permukaan benda kerja yang rata
adalah nyala api Netral,nyala api netral tersebut didapat oleh percampuran antara gas asetilen dengan oksigen(co2) harus setara atau sebanding
bahan tambah yang digunakan adalah bahan Kuningan.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Las karbit atau las asetilen adalah salah satu perkakas perbengkelan yang sering ditemui.Pengoperasiannya yang cukup mudah membuatnya sering digunakan untuk menghubungkan dua logam atau welding. Pengaplikasian pengelasan asetelyne dalam kuningan atau disebut dengan Brassing adalah pengelasan yang prakteknya berbeda dengan pengelasan asetelyne biasa, karena pengelasan kuningan hanya dititik beratkan pada lelehnya kuningan pada benda kerja bukan melelehnya bahan tambah maupun benda kerja yang dilas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar